Selasa, 08 September 2009

Simulasi Haji Cordova Sesuai Tuntunan Rasul

Calon Jamaah Haji Diperkenalkan
Pada Kondisi Riil Tanah Suci


"Haji mabrur, tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga." Demikianlah kutipan sabda Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam (SAW).
PT Cordova Abila Travel siap membimbing para calon jamaah ONH Plusnya mengerjakan ibadah haji secara benar sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Haji seseorang dikatakan mabrur atau maqbul apabila dia melaksanakannya sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW. Pertanyaannya, berapa banyak kaum muslimin -- yang telah diberikan kesempatan menunaikan haji-- mengindahkannya? Mungkinkah kita akan meraih surga-Nya apabila kita mempraktikkan ibadah ini tanpa memahami hakikatnya? Mengerti tata caranya?
“Sungguh, tidak sedikit umat Islam yang belum mengetahui hal ini, termasuk mereka yang setiap tahunnya pergi ke tanah suci, Makkah al-Mukar-ramah, baik untuk melaksanakan ibadah haji maupun sekadar menunaikan ibadah umrah,” kata Direktur Utama
PT Cordova Abila Travel, Muharom Ahmad.
Menurut Muharom, di dalam manasik yang diselenggarakan Cordova Abila Travel diajarkan keutamaan haji dan umrah beserta dalil-dalilnya; diterangkan tata cara haji Rasulullah SAW; menyebutkan macam-macam kesabaran dalam ibadah haji dan umrah; mengupas berbagai bid’ah dan kekeliruan seputar haji dan umrah yang kerap terjadi ketika jamaah haji mengunjungi Kota Mekah dan Kota Nabi, Madinah.
Keistimewaan lain manasik yang diselenggarakan Cordova adalah para calon jamaah haji khusus itu akan diberikan simulasi ritus di Arafah dan Mina.
Tak banyak jamaah haji yang bisa memiliki kesadaran untuk melakukan ibadah haji dengan sempurna, hal itu disebabkan kurang pemahaman akan makna ibadah haji, selain akibat situasi dan kondisi jutaan umat tumplek blek pada waktu yang bersamaan di satu titik (tempat).
Oleh karena itu bimbingan manasik perlu dimantapkan pada saat di tanah air maupun ketika berada di tanah suci. Bukan hanya sekedar teori (ceramah-ceramah) tok, melainkan juga jamaah diperkenalkan dengan situasi dan kondisi sekarang, sehingga mereka tidak kaget dan panik.
Ini penting, mengingat banyak jamaah yang terkadang keliru dalam memahami rukun, wajib, sunnah dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama melaksanakan ibadah haji.
Misalnya, sejak dzuhur hingga magrib itu apa saja yang dikerjakan. Banyak jamaah kurang mengerti apa yang harus dilakukan selama wukuf di Padang Arafah. Ternyata banyak jamaah haji yang kurang bimbingan yang benar.
‘’Contoh lainnya, setelah meninggalkan Padang Arafah, banyak jamaah yang tidak MaBIT di muzdalifah, mereka sudah meninggalkan muzdalifah sebelum tengah malam,” ujar Muharom.
Padahal, MaBIT di muzdalifah termasuk perkara wajib; siapa yang tidak MaBIT maka dia harus membayar dam. “Belum lagi amalan-amalan yang termasuk perkara sunnah,” tambahnya.
Cordova tampak full power dalam membimbing jamaahnya. Bukan hanya di tanah air, tim Cordova di Arab Saudi pun siap siaga.
Mawardi Bahrain, Manager Cordova Abila Travel untuk wilayah Saudi Arabia, melalui telepon internasional kemarin malam mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan 8 (delapan) orang muthawwif, 2 (dua) muthawwifah dan seorang tenaga teknis. “Mereka merupakan para ustadz yang tinggal di Saudi Arabia dan berpengalaman menangani jemaah haji,” katanya.
Masing-masing akan menangani jemaah kurang lebih 5 orang guna memaksimalkan pelayanan bagi para tamu Allah.
“Saya berharap agar jamaah haji Indonesia tetap mempertahankan citranya yang selama ini dikenal oleh jamaah-jamaah dari seluruh dunia, sebagai jamaah yang santun dan ramah,” katanya lagi. Djo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar